Ruang Rindu Nani

"Nani, kamu kenapa?", tanya Tyo.
Nani hanya membengong dan sesekali matanya basah.
Selama ini Nani dan Tyo tinggal bersama neneknya di kampung. Sesangkan ayah dan ibunya lama tidak mengunjunginya.
"Kak, Nani kangen ibu!", suara Nani terbata.
Lalu Nani mengambil sebuah buku diaru pemberian ibunya.
"Sama denganmu Nan," suara Tyo agak serak namun kesesihannya di tahan.
Bagaimanapun kita harus tetap di rumah nenek. Ayah dan ibu pergi untuk mencari nafkah buat kita.
Tyo yang sudah berusia remaja sudah mulai mengerti kalau kedua orang tuanya tidak hanya merantau. Akan tetapi hidup terpisah.

Suara jangkrik di malam itu sedikit menghibur kedua kakak beradik itu.
"Nan, dengarkan suara jangkrik itu!" kata Tyo.
"Krik krik kriiik, lucu ya?", kata Tyo.
Nani hanya mengangguk dan mengusap air mata yang membasahi pipinya.
Lalu keduanya segera mencari baterai untuk mencari tempat jangkrik tersebut. Suara sangat keras dari si Jangkkrik memudahkan mereka menemukan keberadaan si Jangkrik.
Lalu Nani berlari mengambil toples.
"Taruh sini kak!" dia mulai tersenyum

Kemudian datang sang nenek yang baru pulang dari menghadiri pengajian. Neneknya mengajak mereka istirahat dan memberikan dongeng untuk sang cucu tercinta.
Lalu sang nenek mulai cerita tentang dongeng kesukaan kedua cucunya. Tiba-tiba Nani menyela.
“Nenek, kancil itu mempunyai ayah dan ibu tidak?”, kata Nani.
Sang nenek dengan lihai bercerita bahwa kancil memiliki ayah dan ibu. Akan tetapi kedua orang tuanya sudah lama meninggal.
“Kasihan ya?”, kata sang nenek.
“Iya,” jawab kedua kakak beradik itu.

“Nek, kenapa ibu tidak pernah pulang?” tanya Nani.
Sang nenek menjelaskan kalau ibunya sedang berjuang di luar negeri. Ibunya bekerja. Setiap bulan kirim uang buat biaya sehari-hari dan sekolah mereka.
“Apakah ibu enggqak kangen sama kita?” tanya Tyo

“Tentu saja. Tapi kan luar negeri jauh. Ibu berada di negerinya Ipin Upin, Malaysia”, sahut nenek sambil tersenyum.
“Wah, ibu bisa ketemu mereka dong?” sahut Nani.

Kedua anak itupun akhirnya tertidur dan sedikit terhibur dengan dongeng sang nenek.
#TantanganODOP2
#Nonfiksi

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAKDIRKU, ISTRI SIRI - PART 11

Mengapa Saya Harus Menulis?

Gantungan Cinta