Sebuah Potret Tantangan Seorang Mompreneur
Kenapa saya suka membahas mompreneur? Karena saya seorang pelakunya. Memang sudah sekitar 5 tahun ini saya merintis usaha rumahan berupa bimbingan belajar. Sebenarnya saya membesarkan bimbel bersama suami. Akan tetapi saya adalah orang pertama yang mempunyai ide dan support suami sangat besar. Ternyata tidak sedikit tantangan yang saya hadapi dalam membesarkan bimbel maupun peran saya sebagai mompreneur bimbel. Hal-hal yang kurasakan sesuai pengalaman saya antara lain :
1. Manajemen waktu
Semua orang akan berhubungan dengan waktu. Dalam 24 jam orang bisa melakukan berbagai aktivitas yang berbeda-beda. Kalau saya sendiri masih berantakan, karena memang repot mengelola bimbel sambil momong anak balita. Kadang anak-anak masih kurang paham kegiatan ibunya dan rewel bagi anak pasti biasa. Oleh karena itu saya merekrut tenaga administrasi dan tentor. Dengan bantuan orang lain ini saya sedikit leluasa mengatur waktu karena sebagian tugasku sudah kudelegasikan ke orang lain.
2. Penipuan
Saat bimbel berkembang saya tentu berusaha memutar otak bagaimana agar tetap eksis. Salah satu masalah yang muncul adalah mencari kontrakan karena rumah sudah tidak mencukupi. Saya dipertemukan dengan seorang makelar. Lalu saya menyetujui sebuah rumah yang masih dihuni. Katanya mau dilepas kontraknya sehingga saya berani kasih DP. Di tengah jalan ternyata dibatalkan oleh pihak makelar karena masih dilanjutkan oleh penghuni sebelumnya. Sayangnya untuk mendapatkan uang DP sangat susah. Kembali dalam jangka waktu lama tapi tidak penuh. Selain itu ada beberapa siswa yang les sampai setahun pun tidak membayar. Mungkin ini kesalahan kami karena tidak teliti dan tidak tegas. Ada juga beberapa tim yang menelikung dari belakang.
3. Rekrutmen Pengajar
Masalah rekrutmen pengajar menjadi kendala sampai saat ini. Tidak gampang mendapatkan sumber daya manusia yang mumpuni baik keilmuannya dan metode mengajar yang bagus.
4. Saat Anak Sakit
Anak balita sakit sudah biasa. Karena mereka masih dalam fase rentan terhadap penyakit, bisa karena cuaca atau hal yang lain. Saat anak sakit tentu saya jadi berkurang kontrol terhadap bimbel karena fokus terhadap kesembuhan anak. Bahkan saya pernah ikut sakit, mungkin saking lelahnya dan tidak menjaga istirahat dan makanan.
5. Loyalitas Pengajar
Loyalitas pengajar tidak gampang diraih. Hal ini bisa disebabkan berbagai hal misalnya honor kurang besar, enggak bisa fulltime, menikah dan sebagainya.
6. Sistem Manajemen Perusahaan
Jujur manajemen perusahaan kecilku masih kacau. Saya sempat ikut reparasi bisnis. Bagus ilmunya tapi saya kurang praktek. Untung saja materi saya print sehingga bisa saya baca ulang.
7. Kurangnya Fasilitas dan Permodalan
8. Fasilitas bimbel biasanya juga menjadi perhatian calon konsumen. Antara lain modul, wifi dan ruangan ber-AC. Lambat laun saya penuhi tapi karena kurang modal belum bisa membeli AC.
Sedikit wawasan mengenai kendala mompreneur yang memiliki usaha bimbel semoga bisa memberi inspirasi buat pembaca.
#OneDayOnePost
Komentar
Posting Komentar