“Gini nduk, bapak berniat menjodohkanmu dengan anak teman bapak”, bapak sedikit batuk. Bagaikan tersambar petir, kudengar kata bapak. “Dijodohkan pak?”, kataku,”saya tidak mau pak.. takut”. “Kenapa takut?, dulu bapak juga dijodohkan nduk dengan simbokmu”, lanjut bapak. Aku tidak habis pikir, bagaimana rasanya dijodohkan. Ada rasa takut menggelayut. Takut akan laki-laki yang tidak kukenal sebelumnya. Terbersit juga dalam pikiran, harus membuang rasa yang telah tumbuh dalam hatiku. Rasa yang menahan kerinduan. “Bapak harap kamu menerima perjodohan ini nduk. Jujur bapak berharap kamu ada yang mengurusi, biar bapak lega” “Besok lusa aku akan bertemu teman bapak di rumah Simbah mu membicarakan hal imi”, kata bapak selanjutnya. Aku hanya mengangguk dan berlalu menuju tempat tidur. Malam rasanya begitu lambat, tapi aku tidak bisa tidur. Esok harinya aku kembali bekerja sebagai pembantu rumah tangga di majikanku. “Pak, saya berangkat dulu”, pamitku pada bapak yang baru minum...