Jangan Berhenti Menulis, Lakukan 5 Hal Ini Saja
Menulis memang sesuatu yang sangat menyenangkan dan menantang. Menyenangkan sekali, karena akan mengobati akan matinya hobi ini. Namun menantang juga karena terkadang ide tidak serta merta datang. Rasanya pikiran buntet, mandeg tanpa bisa apa-apa. Hal ini dinamakan Writing Block. Untuk mengatasi kebuntuan menulis kita bisa melakukan hal-hal berikut :
1. Catat ide saat tiba-tiba datang
Terkadang ide datang tanpa diundang padahal kita baru tidak ingin menulis atau sibuk dengan aktivitas lain. Jangan biarkan ide ini menguap begitu saja. Kita harus membiasakan menulis dalam buku khusus atau di HP. HP sangat membantu sekali, karena zaman sekarang hampir semua orang mempunyai HP dan pegang HP setiap hari bahkan setiap waktu. Sudah kayak perangko lengket terus.
2. Maksimalkan indera kita
Kita dikaruniai indera yang sangat sempurna. Gunakan mata untuk melihat, hidung untuk mencium, telinga untuk mendengar, kulit untuk meraba, lidah untuk mengecap. Jangan lupakan juga hati untuk menulis supaya mudah dipahami oleh pembaca. Saatnya otak kita mengolah ide dan kita tuliskan menjadi sajian tulisan yang okey badai.
3. Banyak Membaca
Jangan hanya menulis saja. Kita harus banyak membaca agar tercerahkan dengan ide orang lain dan memperbanyak kosakata. Pilih bacaan yang bergizi dan kita sukai. Tentu saja yang kita minati sebagai bahan tulisan kita. Kalau fiksi ya harus banyak membaca buku fiksi demikian juga untuk non fiksi. Dari sebuah pelatihan saya mendapatkan ilmu bahwa untuk menulis buku nonfiksi harus membaca minimal 10 buku yang sejenis.
4. Menulis Bebas
Agar tetap luwes menulis, saat buntu menulis menulis bebas saja. Tanpa tujuan jualga enggak apa-apa. Hal ini agar otak kita merasa lebih ringan.
5. Bergabung dengan komunitas menulis
Nah hal ini sangat penting. Kita biasanya sangat tergantung lingkungan. Oleh karena itu pilih lingkungan yang suka menulis, seperti komunitas menulis ODOP, Challenge Writing dan sebagainya.
Demikian sedikit tulisan dari saya. Semoga bisa bermanfaat dan sebagai sarana pengingat buat saya yang baru ingin konsisten menulis dan menemukan jati diri.
1. Catat ide saat tiba-tiba datang
Terkadang ide datang tanpa diundang padahal kita baru tidak ingin menulis atau sibuk dengan aktivitas lain. Jangan biarkan ide ini menguap begitu saja. Kita harus membiasakan menulis dalam buku khusus atau di HP. HP sangat membantu sekali, karena zaman sekarang hampir semua orang mempunyai HP dan pegang HP setiap hari bahkan setiap waktu. Sudah kayak perangko lengket terus.
2. Maksimalkan indera kita
Kita dikaruniai indera yang sangat sempurna. Gunakan mata untuk melihat, hidung untuk mencium, telinga untuk mendengar, kulit untuk meraba, lidah untuk mengecap. Jangan lupakan juga hati untuk menulis supaya mudah dipahami oleh pembaca. Saatnya otak kita mengolah ide dan kita tuliskan menjadi sajian tulisan yang okey badai.
3. Banyak Membaca
Jangan hanya menulis saja. Kita harus banyak membaca agar tercerahkan dengan ide orang lain dan memperbanyak kosakata. Pilih bacaan yang bergizi dan kita sukai. Tentu saja yang kita minati sebagai bahan tulisan kita. Kalau fiksi ya harus banyak membaca buku fiksi demikian juga untuk non fiksi. Dari sebuah pelatihan saya mendapatkan ilmu bahwa untuk menulis buku nonfiksi harus membaca minimal 10 buku yang sejenis.
4. Menulis Bebas
Agar tetap luwes menulis, saat buntu menulis menulis bebas saja. Tanpa tujuan jualga enggak apa-apa. Hal ini agar otak kita merasa lebih ringan.
5. Bergabung dengan komunitas menulis
Nah hal ini sangat penting. Kita biasanya sangat tergantung lingkungan. Oleh karena itu pilih lingkungan yang suka menulis, seperti komunitas menulis ODOP, Challenge Writing dan sebagainya.
Demikian sedikit tulisan dari saya. Semoga bisa bermanfaat dan sebagai sarana pengingat buat saya yang baru ingin konsisten menulis dan menemukan jati diri.
Komentar
Posting Komentar