Jasa Tukang Pos

Saya tinggal di sebuah desa, dekat sungai Serang, Wates. Diriku tinggal bersama ibu, kakak dan kakekku. Kakekku sudah tua renta dan sering sakit-sakitan. Tidak jarang kakek bolak balik rumah sakit. Ibuku adalah anak yang paling besar kontribusinya dalam hal merawat kakek.

Ibu sebenarnya tidak single parent tapi ayahku jauh di kota lain. Sesekali kabar dari ayah datang. Waktu itu belum ada gawai yang memudahkan kami berkomunikasi. Kabar dari ayah biasa kami dapat dari tukang pos. Sekitar dua bulan sekali ibu menerima amplop berisi surat dari ayah.

Surat dari ayah sangat ditunggu oleh kami. Selain surat kami juga sesekali mendapat kiriman uang berupa wesel pos.

Dari surat-surat itulah ada ikatan batin antara ibu dan ayahku. Walau suami tidak di dekatnya, ibuku tak pernah beralih ke lelaki lain. Karena ibu hanya fokus pada masa depan anaknya dan masih berharap dengan janji ayah.

Zaman tanpa gawai sangatlah membahagiakan. Ada perasaan menunggu surat dari seberang kota melalui jasa tukang pos.

Tukang pos adalah sahabat baik kami saat itu. Mereka rela menembus hujan ataupun petir hanya ingin sampai ke alamat kami. Untuk tukang pos yang sering mengantar rumah kami sudah biasa datang ke rumah. Terkadang tukang pos ini harus menembus kawanan ulat jati yang bergelantungan lho. Kebetulan desaku dipenuhi pohon jati. Kalau musim ulat jati tiba, geli dan ngeri melihat hitam-hitam bergelantungan. Tak lain dan tak bukan itu adalah ulat jati. Setelah ulat jati muncul, nanti akan tiba saatnya bermunculan kupu-kupu cantik yang berwarna-warni. Kupu-kupu itu biasasanya terbang bersama-sama menuju kumpulan bunga.

Mata ini selalu terpesona dengan keindahan ciptaan Allah itu. Luar biasa.
#TantanganODOP1
#OneDayOnePost
#ODOPbatch6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAKDIRKU, ISTRI SIRI - PART 11

Mengapa Saya Harus Menulis?

Gantungan Cinta