Ruang Rindu Nani-Tantangan ODOP2 Part 2

Kos-kosan ini menjadi saksi perjalananku semasa kuliah. Hiasan dinding berupa lukisan tampak indah bila kupandang. Lukisan penyemangatku saat kondisi gundah, semangat kuliah pudar. Lukisan tentang aku dan keluargaku.
***
Aku dan kakakku berada di depan di pegang oleh ayah dan ibu.
“Kriing, kriing”, suara handponeku berbunyi.
Aku lihat ada nama ibu di sana.
“Assalamu’alaikum ibu,” jawabku. Lalu ibu menjawab dengan salam juga.
Ibu selalu meneleponku seminggu sekali. Ibu menanyakan kabarku, kegiatanku dan stok uang sakuku.
Aku selalu berusaha berhemat agar ibu tidak terlalu berat mencari uang untuk kuliahku.
“Ibu, gimana keadaannya? Nani kangen Bu!”,  suatu hari.
Lalu ibu selalu menjawab baik-baik saja dan berusaha menghibur serta menyemangatiku. Maklum aku anak rantau dari kampung di Padang. Aku kuliah mengambil jurusan Sastra Indonesia di Universitas Negeri di Yogyakarta.
***
Ungkapan kerinduanku kepada ibu hanya bisa kulepaskan dengan menelepon dan menulis di diari. Terkadang kutulis puisi untuk beliau. Begini salah satu puisiku.

Merajut Kehidupan

Kaki ini melangkah
Tujuan kota terindah dalam hidupku
Kota yang menjanjikan bekal hidup buatku
Kota yang membuatku berwawasan dan mengenal banyak orang
Penjuru Nusantara mengirimkan anak terbaiknya
                Kutinggalkan kampungku
                Demi masa depan cerah
                Demi ilmu yang akan kualirkan di sungai-sungai kehidupanku kelak
                Tanpa ilmu aku akan buta dalam kehidupan
Yogyakarta, 22 September 2010

 Batinku selalu bertentangan antara ingin pulang ke kampung dengan menyelesaikan dengan cepat kuliahku. Aku memilih menyelesaikan kuliah dengan cepat agar bisa berkumpul kembali dengan sanak keluarga. Selain menulis diari, aku juga sering berjalan-jalan mengelilingi kota Jogyakarta dengan teman-teman kos atau teman kampus.
Beginilah kehidupan anak rantau, yang harus siap dengan kesendirian dan kemandirian. Menahan kerinduan akan kampung halaman dan orang-orang tercinta. Dalam kerinduan ini kutitipkan takdir untuk masa depan. Aku ingin menjadi penulis terkenal saat pulang ke kampung halaman. Demi tercipta cita-cita itu, saya ikut berbagai komunitas sastra dan lomba-lomba kepenulisan. Kuisi kerinduanku dengan hal yang bermanfaat. Karena akupun sadar rindu ini hanya sementara, secepat aku kuliah di sini. Waktu aku menuntut ilmu di kota pelajar hanya sementara. Oleh karena itu akan kugali potensiku di sini.
#Tantangan ODOP2 Part 2
#ODOP
#fiksi


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAKDIRKU, ISTRI SIRI - PART 11

Mengapa Saya Harus Menulis?

Bermimpi Mempunyai Perpustakaan Pribadi?