EMMA_PART 1

TAKE CARE YOURSELF

Emma gadis hitam manis yang sehari-harinya berkerudung. Dia menghabiskan waktunya untuk bekerja di sebuah toko buku terkenal di Yogyakarta. Lelahnya bekerja terkadang membuat dia sedikit mengabaikan tugas akhirnya.

Dalam kelelahannya, dia mendapat sms dari nomor yang belum tersimpan di kontak HP nya.
[Assalamu'alaikum.. Hei Emma, apa kabar? masih ingat aku gak?]
Emma mengerutkan dahi, mencoba mengingat siapa kira-kira yang sms itu.
[Maaf siapa ya?,Emma membalas sms itu]
[Masak gak ingat? Baru dua bulan yang lalu kita SMSan]
Kembali Emma memutar otak, dan dia menemukan sebuah nama dalam kantong pikirannya, Ardi Wisnu Wardana. Lelaki yang dua bulan lalu sempat dikenalkan oleh teman kuliahnya.
[Eh, Ardi kah?maaf nomornya belum ke save", jawab Emma]

Habis itu terdengar dering HP memanggil, ternyata Ardi segera menelepon Emma setelah lama menunggu sms balasan dari Emma.

 Emma bingung mau angkat telepon, ada rasa malu karena dia tidak kenal sama sekali dengan laki-laki ini.

Karena berdering berkali-kali Emma pun segera memencet tombol terima.

[Assalamualaikum Emma?, suara Ardi terdengar keras dan tegas seperti seorang komandan saja]

Emma diam saja.
[Assalamualaikum, benar ini bicara dengan Emma?, Ardi mengulangi salamnya dengan sedikit lebih rendah]

Emma segera menjawabnya, Eh... iya wa'alaikum salam, maaf ini dengan siapa ya?

[Saya Ardi, masak lupa. Gimana kabarnya?, Aman saja kan?]
Emm.. iya aman, emang kenapa? jawab Emma.

[Gak apa-apa, soalnya kudengar di Jogja ada gempa besar, posisimu dimana?]
Emma masih agak kaku, bingung harus jawab apa karena dia baru kenal dengan Ardi.
Lalu Emma pun menjelaskan kalau saat gempa dia emang di Jogja, tinggal di tempat budenya dan masih kuliah.
Walau merasakan kegentingan gempa, alhamdulillah Emma yang berada di jantung kota Jogja selamat. Pagi itu terasa goncangan yang sangat hebat dan terdengar tsunami melanda Jogja. Emma ikut berlarian bersama pakdenya. Barang -barang pada bergelimpangan dan Emma menuntun pakdenya yang sedikit goyah karena gempa.
Sejak Ardi menelepon pertama kali, dia hampir tiap hari menelepon Emma.
Walau sedikit canggung Emma menjawab telepon dan sms Ardi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAKDIRKU, ISTRI SIRI - PART 11

Mengapa Saya Harus Menulis?

Gantungan Cinta