Saya Mompreneur, Itu Rencana Allah Yang Terbaik
Seperti halnya mahasiswa pada umumnya saya ingin menjadi seorang PNS. Rasanya enak sekali, tiap bulan nerima gaji tetap. Tentu saja pasti akan menjadi kebanggan tersendiri bagi keluarga besar, terutama ibuku.
Sudah berapa kali tes CPNS kulewati tapi seslalu berbuah kegagalan. Lalu mulai tahun 2014 kalau tidak salah jarang sekali ada penerimaan CPNS. Dengan demikian peluangku menjadi PNS NOL besar.
Lalu saya bekerja di sekolah dan menjadi pengajar bimbingan belajar. Memberikan les sepertinya sudah mendarah daging denganku. Namun kegiatan ini sempat terhenti karena menikah dan ikut suami. Dalam kebengongan mengisi hari-hariku saat awal menikah, suamiku menawarkan jasa les kepada temannya sesama guru.
Sebenarnya saya juga ditawari mengajar di sebuah bimbingan belajar besar, tapi saya tolak. Naluri tidak ingin diikat menjadi pekerja kecuali PNS selalu mendominasi keinginanku.
Lalu saya ingin menjadi apa?
Memang sih sejak jauh sebelum menikah saya ingin mempunyai usaha bimbingan belajar. Tapi saya gak punya modal. Dengan modal yang diberikan Allah berupa siswa baru di kota baru. Sedikit demi sedikit Allah memperkenalkan diriku ke dalam lingkungan baruku sebagai pengajar les. Allah memberikan informasi itu melalu tetangga-tetanggaku. Sehingga meluaslah berita tentang tempat les di perumahanku, lingkungan baruku.
Tentu saja ini menjadi pelecutku untuk kembali menekuni dunia usaha bimbel rumahan ini. Karena semakin banyaknya siswa akhirnya saya mengontrak. Tentu saja disuport suamijadi berkembang.
Alhamdulillah.
Selain siswa semakin banyak, Allah amanahi kami buah hati. Yang sejak dalam masa kehamilan sampai sekarang selalu menemaniku membesarkan bimbingan belajarku. Saya kesusahan sekali mendapatkan asisten rumah tangga saat itu. Memang sih, rumahku kecil, tanpa pagar. Pokoknya mungkin belum layak untuk mendapatkan ART. Setiap ART yang datang mungkin akan ragu, apakah saya bisa menggajinya?
Tidak apa-apalah, yang jelas saya akan menggaji keringat mereka sesuai kinerjanya.
Memang sulit membesarkan bimbelku tanpa ART, capek luar biasa, Bahkan sakit lumayan menggerogoi tubuhku yang lemah. Lalu saya berobat bekam.
Alhamdulillah bekam menjadi wasilah saya bisa sembuh.
Sekarang saya menyadari, menjadi mompreneur bukan semata-mata pilihanku. Tapi itu semua sudah Allah rencanakan buatku, sebagai pekerjaan terbaik buatku. Selain itu bisa menjadi jalan beberapa orang bergabung dan mendapat rezeki bersamaku.
"Bismillah menjadi Mompreneur"
Asyik ya, bekerja ditemani anak-anak?
Janganlah takut menjadi mompreneur. Karena dengan wirausaha mandiri lebih banyak hal yang bisa kita perbuat. Idealisme kita tidak terkungkung, waktupun kita yang bisa mengaturnya.
Yuk, menjadi wanita pengusaha. You and me are Mompreneurs, Aren't You?
Yuk, menjadi wanita pengusaha. You and me are Mompreneurs, Aren't You?

Komentar
Posting Komentar