Tak Terasa Sudah 5 Tahun
Aku baru menikah kemarin rasanya. Tepatnya bulan Februari 2013. Proses pernikahan yang kulalui begitu cepat. Karena sebelumnya aku sudah mengenal dia. Laki-laki yang melamarku itu.
"Aku kangen!" suara dalam telepon itu bagai petir menggelegar. Kaget luar biasa. Aku tak menyangka dia bisa bilang seperti itu. Setelah pertemuan kembali sejak 8 tahun sebelumnya kita saling kenal, dia tampak ingin serius denganku.
Wow.. aku ingin ketawa mengingat kejadian itu. Lalu kubuka kembali lembaran kisah beberapa tahun silam. Kuingat sosoknya yang otoriter. Yang lucu lagi, aku sering membukakan pintu rumah tempat kami menginap bersama kelompok KKN saat itu.
Secara garis besar dia baik, tapi entahlah sekarang. Kira-kira seperti itu tanda tanya besar yang ada dalam benakku. Lalu aku berpikir menguji dan mencari data tentangnya saat ini. Aku interview beberapa teman kuliah dan teman kerjanya lewat facebook atau sms.
Sempat mundur teratur. Karena dia sedang tertimpa masalah besar yang harus dia selesaikan sendiri. Hanya doa saja yang kupanjatkan semoga masalahnya selesai. Eh beberapa bulan kemudian diapun ingin menemuiku dan ingin menceritakan masalahnya yang mulai terlihat akan kelar.
Setelah konsultasi pada Allah dan keluarga besar akupun menerimanya. Memang enggak lama, mungkin sekitar 4 bulan kemudian kami menikah. Resmi menjadi suami dan isteri.
Lhah, kayak mimpi ya. Akhirnya aku menikah juga dengan orang yang pernah kukenal dulu. Allah ternyata sudah menyiapkan jodohku. Kebetulan waktu yang tepat itu datangnya lumayan lama menurut ukuran manusia. Tapi mungkin itu waktu yang tepat menurut Allah. Waktu di mana diriku dan dirinya sudah siap mengarungi samudera rumah tangga.
Kuakui saat berumah tangga banyak jalan terjal yang kulalui. Tapi balik lagi, kuasa Allah itu emang tidak ada duanya lho. Semua masalah terurai, kamipun bisa memecahkannya.
Saat inipun kami sudah ditemani dan diamanahi dua orang anak yang lucu dan cerdas. Kedua anak kamilah bekal kami belajar dan menyiapkan bekal untuk kehidupan akherat.
Yang jelas dalam 5 tahun pernikahan kami. Belajar dan terus belajar tak pernah henti. Karena kehidupan ini bersifat dinamis, kitapun harus siap berdinamika juga.
Cinta adalah anugerah yang harus dijaga. Semoga aku dan suami selalu bisa menjaganya. Sakinah mawaddah wa rahmah bisa tercapai.
Tahun ini jalan tahun ke enam. Luar biasa kenikmatan yang harus kami syukuri. Tak terasa sudah 5 tahun kami menjalani biduk rumah tangga dalam bingkai keluarga kecil.
5 tahun masih begitu singkat, keabadian adalah hal yang terlama. Semoga cinta kita abadi dalam balutan cinta Ilahi Rabbi.
#onedayonepost
"Aku kangen!" suara dalam telepon itu bagai petir menggelegar. Kaget luar biasa. Aku tak menyangka dia bisa bilang seperti itu. Setelah pertemuan kembali sejak 8 tahun sebelumnya kita saling kenal, dia tampak ingin serius denganku.
Wow.. aku ingin ketawa mengingat kejadian itu. Lalu kubuka kembali lembaran kisah beberapa tahun silam. Kuingat sosoknya yang otoriter. Yang lucu lagi, aku sering membukakan pintu rumah tempat kami menginap bersama kelompok KKN saat itu.
Secara garis besar dia baik, tapi entahlah sekarang. Kira-kira seperti itu tanda tanya besar yang ada dalam benakku. Lalu aku berpikir menguji dan mencari data tentangnya saat ini. Aku interview beberapa teman kuliah dan teman kerjanya lewat facebook atau sms.
Sempat mundur teratur. Karena dia sedang tertimpa masalah besar yang harus dia selesaikan sendiri. Hanya doa saja yang kupanjatkan semoga masalahnya selesai. Eh beberapa bulan kemudian diapun ingin menemuiku dan ingin menceritakan masalahnya yang mulai terlihat akan kelar.
Setelah konsultasi pada Allah dan keluarga besar akupun menerimanya. Memang enggak lama, mungkin sekitar 4 bulan kemudian kami menikah. Resmi menjadi suami dan isteri.
Lhah, kayak mimpi ya. Akhirnya aku menikah juga dengan orang yang pernah kukenal dulu. Allah ternyata sudah menyiapkan jodohku. Kebetulan waktu yang tepat itu datangnya lumayan lama menurut ukuran manusia. Tapi mungkin itu waktu yang tepat menurut Allah. Waktu di mana diriku dan dirinya sudah siap mengarungi samudera rumah tangga.
Kuakui saat berumah tangga banyak jalan terjal yang kulalui. Tapi balik lagi, kuasa Allah itu emang tidak ada duanya lho. Semua masalah terurai, kamipun bisa memecahkannya.
Saat inipun kami sudah ditemani dan diamanahi dua orang anak yang lucu dan cerdas. Kedua anak kamilah bekal kami belajar dan menyiapkan bekal untuk kehidupan akherat.
Yang jelas dalam 5 tahun pernikahan kami. Belajar dan terus belajar tak pernah henti. Karena kehidupan ini bersifat dinamis, kitapun harus siap berdinamika juga.
Cinta adalah anugerah yang harus dijaga. Semoga aku dan suami selalu bisa menjaganya. Sakinah mawaddah wa rahmah bisa tercapai.
Tahun ini jalan tahun ke enam. Luar biasa kenikmatan yang harus kami syukuri. Tak terasa sudah 5 tahun kami menjalani biduk rumah tangga dalam bingkai keluarga kecil.
5 tahun masih begitu singkat, keabadian adalah hal yang terlama. Semoga cinta kita abadi dalam balutan cinta Ilahi Rabbi.
#onedayonepost
Semoga langgeng, samawa dan penuh berkah ya mba... 😊
BalasHapus