Harimau dan Elang

Setiap anak memiliki karakter sendiri-sendiri. Saya mempunyai dua orang anak yang masih balita. Anak pertama saya bernama Alidzar Luthfi Iskandar. Panggilannya Idzar. Biasa dipanggil mamas Idzar oleh adiknya.
Idzar sangat suka lagi mendengarkan dongeng. Setiap mau bobo selalu minta didongengin. Kadang juga kita bermain peran. Saya ingin menuliskan dongeng yang isinya spontan haampir setiap malam. Langkah pertama kami biasanya menentukan tokoh dulu. Tokohnya biasanya hewan-hewan.
Harimau dan Burung Elang
Harimau sedang tertidur pulas dan mendengkur. Tiba-tiba dia terbangun karena mendengar suara si Elang sahabatnya sejak dari kecil.
“Harimau.. bangun, bangun!! Matahari sudah mulai meninggi”, kata Elang.
 Harimau membuka matanya dan merasakan sinar matahari yang mulai membakar tubuhnya.
“Elang, sejak kapan kamu di sini?”, kata harimau.
“Barusan. Aku habis dari pinggir hutan mencari makanan. Aku bangun pagi-pagi sebelum subuh lalu terbang keliling hutan buat mencari makanan”, kata Elang.
“Oh enak sekali ya Elang, kamu bisa terbang bisa melihat banyak hal. Bisa menjelajahi hutan kapan saja. Bisa manjat pohon dan mendarat,” kata Harimau.
Lalu harimau meminta Elang mengajarkan ilmu terbang. Setiap pagi Elang menghampiri harimau dan mengajarkan cara terbang. Tapi enggak pernah membuahkan hasil.
Elang dengan sabar mengajari harimau. Tangan harimau diangkat dan segera loncat.Namun sebentar sekali loncat tidak sampai atas sudah jatuh lagi ke bumi.
Lalu harimau merenung. Ia berpikir, mengapa tidak bisa terbang seperti Elang?
Harimau sudah merasa begitu besar usaha dia untuk belajar terbang.
Rasa lelah membuatnya dia terbangun. Saat terbangun, pikirannya kemudian melayang mencari jawaban atas pertanyaannya.
Hati kecilnya berkata,”harimau, Allah sudah menciptakan makhluknya sesuai kadar/takarannya. “

Cerita ke anak saya sudah selesai dan saya berusaha mengambil kesimpulan cerita.
“Mamas Idzar, kita harus selalu bersyukur atas keadaan kita ya. Berbuatlah yang terbaik dan jangan iri dengan kemampuan orang lain. Kenali diri kita sendiri, lalu dalami apa yang kita bisa kerjakan.

Allah selalu memberikan kelebihan di antara kekurangan kita. Jadi percaya diri itu sangat penting dan tidak boleh iri atas kemampuan irang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAKDIRKU, ISTRI SIRI - PART 11

Mengapa Saya Harus Menulis?

Gantungan Cinta