Anak Angkat yang Durhaka
Alkisah hiduplah seorang perempuan berdarah sunda. Dia anak orang yang cukup terpandang dan berada di desanya. Sebut saja namanya Rosi. Rosi sudah berumah tangga selama 13 tahun, tapi belum juga dikaruniai anak.
Kehidupan rumah tangganya cukup bahagia karena satu sama lain saling menerima. Rosi hidup bersama suami dan sang mertua. Lalu sang mertua memberikan ide agar Rosi dan anaknya mengadopsi seorang anak.
Suatu hari terdengar kabar oleh Rosi ada seorang anak yang baru lahir tapi ekonomi orang tuanya sangat sulit. Karena itu orang tuanya ingin menawarkan kepada orang-orang untuk mengadopsi anaknya.
Rosi segera berembug dengan keluarga besarnya untuk mengadopsi anak itu. Keputusan mengadopsipun dilakukan dengan tulus dan berharap bisa memancing mereka untuk mempunyai momongan.
Rosi membesarkan anak itu seperti anaknya sendiri. Tapi Allah berkehendak tidak seperti yang diharapkannya. Rosi tidak kunjung hamil juga.
Dengan sabar dan tawakal Rosi dan isterinya menerima kenyataan itu. Tapi sungguh malang si Rosi, karena bayi angkatnya kini tumbuh besar dan susah diatur. Rosi merasakan itu sejak anaknya mulai masuk SMP.
Bayi yang diadopsi Rosi dikasih nama Doni. Setelah masuk SMP Doni mulai bergaul dengan teman-teman di luar kampungnya. Doni sering pulang terlambat dari sekolah. Jika selesai sekolah dia mampir dulu ke rumah temannya yang bernama Yanto. Yanto adalah anak seorang saudagar kaya di desa sebelah. Sayangnya Yanto hanya diberi bekal banyak materi, akan tetapi kurang didikan moral. Dia sudah mulai merokok sejak kelas 6 SD. Hal ini berimbas kepada kehidupan Doni.
Doni pun sekolahnya tidak benar. Suatu hari, saat hujan deras Doni pulang terlambat dan dimarahi kakeknya, mertua Rosi. Lalu Doni kabur dan main ke rumah Yanto. Rosi sedih dan segera mencari Doni. Setelah mencoba mencari di tempat-tempat yang biasa Doni nongkrong ketemulah si Doni di rumah Yanto.
Rosi terkejut. Tampak Doni menghisap rokok dan bicara ngelantur. Secangkir minuman hitam berada di tangannya. Lalu datanglah suami Rosi dan membawa Doni pulang. Saat kelas 3 SMP Doni enggak pernah belajar dan harus melanjutkan sekolah di SMK swasta. Di sekolah yang baru Doni bertemu dengan teman-teman baru. Mungkin sudah ada magnet khusus bagi Doni, dia memilih teman yang kurang baik pula. Sampai lulus kelas 3 SMK diapun kadang masih meneguk minuman keras.
“Ibu, aku ingin kerja di Bandung! Ikut temanku.” Kata Doni pada ibunya.
Lalu ibunya mengizinkan. Belum genap 2 bulan, Doni sudah pulang lagi dan membawa seorang perempuan yang ingin dinikahinya. Perempuan itu tinggal di dekat tempat tinggalnya di Bandung dan berprofesi sebagai pembantu.
Awalnya keluarga Rosi menolak, tapi pikiran Doni sudah kurang waras. Sebulan kemudian dia mengajukan proposal lagi untuk menikah dengan alasan perempuan yang dia kenal sudah hamil.
Dengan terpaksa Rosi dan keluarga menikahkan mereka. Mulailah kehidupan Rosi lebih menderita. Sebenarnya ada orang yang bilang kalau menantunya itu pernah mencuri uang majikannya. Karena sudah kebiasaan sang menantu juga pernah mencuri uang Rosi. Lalu entah pengaruh apa, mertua Rosi mulai membela Doni dan istrinya. Mertuanya meminta tanah warisan Rosi dijual untuk membiayai Doni berwirausaha.
Kini tanah warisan Rosi tinggal satu petak. Itu pun mertuanya minta menjualnya. Karena enggak mau, Rosi pun dibenci oleh mertuanya. Rosi juga pernah diancam oleh menantunya lewat sms. Suatu hari Rosi merasa tiba-tiba matanya tidak melihat dan harus segera dioperasi. Sepulang operasi dia pulang ke tempat kakaknya, karena kalau di rumah mertuanya tidak ada yang mengurus. Saat sudah sembuh dia pulang dan mendapatkan handponenya secara lengkap, kartu yang beriai ancaman menantunya sudah raib.
Bukti kejahatan sang menantupun hilang. Saat kontrol kedua kalinya Rosi kembali ingin tinghal di rumah kakaknya. Anak angkat dan menantunya menjenguk. Lalu hari berikutnya suami Rosi datang dan menuduh kalau selama ini Rosi sudah membuatnya susah. Rosi pun sudah tidak tahan dan meminta berpisah saja. Namun sang suami mengancam akan minta uang 100 juta jika Rosi meminta cerai. Kini Rosi hidup dalam hati yang perih, suami yang dipertahankan dia puluhan tahun kini memihak orang-orang yang menjahatinya. Cinta sejatinya hampir terenggut oleh seorang anak yang mulai hadir dalam kehidupannya. Anak angkat dan sang menantu.
Komentar
Posting Komentar