TAKDIRKU, ISTRI SIRI - part 6

Gamelan biasa dimainkan sebagai sebuah pertunjukkan musik tersendiri maupun pengiring tarian atau seni pertunjukkan seperti Wayang Kulit dan Ketoprak. Perangkat gamelan sendiri ada beberapa macam yaitu kendhang, demung, saron, peking, gong, bonang, slenthem, kethuk, kenong, gender, gambang, rebab, siter dan suling. Dalam memainkan aku saya memegang bagian gong.
Dengan seni karawitan aku menjadi lebih terhibur. Aku menjadi punya banyak teman. Masa remajaku menjadi penuh warna. Selain itu ada program pemberdayaan wanita dari pemerintah, yaitu pembekalan ketrampilan bagi para pemuda dan pemudi. Aku tertarik dan mengikuti kursus menjahit. Aku belajar membuat pola dan menjahit dengan rapi.
Aku mulai bikin baju sendiri dan buat adikku, si bungsu yang kini sudah masuk sekolah SD. Aku tidak mempunyai mesin jahit sendiri. Setiap aaku membuat baju harus numpang ke tempat tetangga yang kebetulan mempunyai mesin jahit. Aku mulai menabung untuk membeli mesin jahit. Aku mulai menerima jahitan dari para tetangga. Tapi aku sangat terkendala dengan modal. Akupun juga terlalu baik terkadang ada juga yang tidak membayar. Jadilah usahaku ini tidak maju.
Selain menjahit aku juga gemar memasak. Selain menjadi anggota sinoman, aku juga ikut nimbrung membantu memasak di hajatan warga. Semuanya free tanpa dibayar. Karena sering sekali memasak, akupun jadi pandai memasak.
“Gik, kamu buka warung makan saja”, seloroh Nani teman mainku.
“Hahaha...,” aku hanya tertawa.
Semuanya gak mungkin, karena modal tidak ada. Memang masakanku sangat digemari rasanya oleh warga. Akupun menjadi suruhan setiap hajatan warga untuk memasak. Tapi masa itu, masa yang penuh kegotong royongan. Semua warga yang memasak tanpa dibayar, kecuali tukang adang. Tukang adang adalah orang yang bertugas menanak nasi.
            Sungguh luar biasa potensi yang Allah karuniakan kepadaku. Tapi sayang aku tidak mengembangkannya. Aku merasa tidak berbakat wirausaha. Selain melakukan kegiatan itu aku masih melakukan kegiatan masa kecilku lho. Aku masih sering mengumpulkan daun jati dan kayu yang berserakan di pekarangan untuk dijual.
#bayarutang
#ODOPbatch6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAKDIRKU, ISTRI SIRI - PART 11

Mengapa Saya Harus Menulis?

Gantungan Cinta