Resign Reni - Part 6
Part 6
Aku
bersyukur suamiku hanya kecapaian dan masuk angin biasa.
Setelah kuberi minum,
mas Rudi lalu aku kerik.
“Bagaimana
Mas, apakah sudah mendingan?”, tanyaku.
“Suamiku
mengangguk dan bilang,”Alhamdulillah”.
Rupanya suamiku
kecapaian dan telat makan.
“Maafkan
saya Mas, tidak bisa memasak yang enak dan membuat nafsu makan Mas berkurang,”kataku.
Suamiku
lalu berbisik,”tidak apa-apa. Mas yang salah karena tidak bisa menafkahimu
dengan layak,”.
Aku
tidak bisa tidur berpikir apa yang bisa kulakukan untuk bisa membantu
perekonomian keluarga. Aku hunting informasi kerjaan yang bisa dilakukan
seorang ibu tanpa meninggalkan rumah.
Suatu hari aku di-WA
sama sepupuku, Tuti, yang tinggal di Bandung,”Mbak, gimana kabarnya?”
Lalu kita chattingan
agak lama, akupun curhat kalau ekonomiku baru montang-manting karena aku
memilih resign.
“Kenapa resign?”
tanya adik sepupuku. Diapun memahami kondisiku, karena dia juga pernah
mengalaminya. Dia juga diminta resign oleh suaminya karena harus mengasuh kedua
buah hatinya. Selama resign dia mulai ikut MLM yaitu MLM HPAI dan mendapat
dukungan suaminya. Tuti langsung membuka stokis halalmart HNI HPAI.
Akupun tertarik dengan ceritanya. Lalu aku cerita hal ini
kepada sumiku.
“Mas, tadi aku ditawari bergabung dengan MLM HNI HPAI
sama Tuti, sepupu Bunda yang di Bandung,” ceritaku.
“Apa
itu Bunda?” tanya suamiku.
“Sebuah
MLM yang berupa bisnis produk herbal yang halal dan alami,” kata suamiku.
“Bagaimana
prospeknya?” kata suamiku.
“Sekarang
baru ngetrend masyarakat beralih ke obat herbal dan tentunya halal. Bolehkah
Bunda mencobanya Mas?” kataku.
“Tapi
bagaimana modalnya Bund, kita kan baru kekurangan?” sahut mas Rudi.
Aku
mendesah, memang himpitan ekonomi lagi berat.
“Begini
yah, modalnya cuma 30 ribu saja nanti dapat kartu diskon dan katalog,” kataku.
“Benarkah?”
kata sumiku.
“Benar
Mas,” sahutku dan meyakinkannya.
“Baiklah,
Mas mendukungmu. Mas Rudi insyaAllah juga akan ikut mempromosikan ke
teman-teman Mas Rudi,” mas Rudi tampak mulai sumringah.
Kemudian
dengan bekal keyakinan, aku WA adik sepupuku. Kukirim foto KTP-ku untuk
pendataan, dan mau transfer ke adikku.
“Mbak, nanti saja kalau sudah dapat untung
bayar 30ribunya. Kasihan mbak lagi enggak ada duit,” kata Tuti lewat WA.
Aku
bersyukur sekali dan mengucapkan terima kasih kepada Tuti sembari mendoakannya.
3ResignReniPart6
#ODOPbatch6
#Utang12Oktober
Komentar
Posting Komentar