Jadi Istri Bos, Mimpi Kali!
Oleh : Wuri Setiasih
Hari ini memang momen bahagia bagi Indah, gadis desa asal
Purworejo itu. Sungguh dia beruntung sudah dipersunting oleh pengusaha muda,
soleh dan ganteng pula. Tidak dapat dipungkiri bahwa Indah kebingungan saat
sang lelaki muda melamar dirinya.
***
***
“Assalamu’alaikum”, sapa Doni pemuda tempat Indah bekerja.
“Wa’alaikum salam Pak”, sahut Indah.
Meskipun tampak muda tapi Doni selalu dipanggil bapak oleh
semua karyawannya.
Doni adalah pengusaha restoran ayam bebek goreng terkenal di
kota Purworejo. Baru 2 tahun membuka usaha tersebut dia sudah memiliki 3 cabang
di Yogyakarta. Mantan karyawan Mc Donalds itu memilih resign dan mendirikan
usaha sendiri. Dia memiliki pengalaman yang luar biasa di bidang restoran.
Lulusan Sarjana Ilmu Gizi tersebut sebelumnya berposisi sebagai manajer di Mc
Donalds Jogjakarta.
Doni selalu menebar senyum dan briefing dengan karyawan
setiap pagi.
“Kali ini saya ingin mengadakan give away kepada pembeli
kita!, Siapa yang bisa 10 mengajak teman makan di restoran kita akan
mendapatkan voucher belanja senilai 100 ribu rupiah. Selain itu mereka harus
membuat testimoni dengan layanan restoran kita”, kata pak Doni.
Semua karyawan mengangguk dan berkata siap.
“Give away akan berlaku minggu depan selama 3 hari!”, lanjut
pak Doni.
“Maaf pak boleh tidak kalau karyawan di sini ikut give away?”
sela Santi.
“Tidak boleh, ini hanya berlaku untuk pelanggan kita,” jawab
pak Doni.
Seusai briefing bagian marketing segera menyiapkan brosur
dan papan marketing.
Indah merupakan salah satu designer brosur dan papan marketing
bagi restoran ayam bebek pak Doni.
Ayam bebek pak Doni memang selalu memberi kejutan kepada
karyawan dan pelanggannya.
***
Doni melihatan kepiawaian Indah dalam membuat brosur. Cepat
dan elegan dilihat.
“Indah, bagaimana kalau ada gambar karyawan yang sedang
menyajikan menu makanan dalam brosur tersebut?” kata Doni.
“Siap pak. Tapi siapa yang akan menjadi modelnya?” sahut
Indah.
“Harus perempuan. Bagaimana kalau kamu saja Indah?” jawab
pak Doni.
“Emm.. Saya pak? Maaf pak, saya tidak suka posting foto pak.
Apalagi buat iklan. Pasti dilihat semua orang,” jelas Indah.
Doni baru kali ini melihat perempuan yang tidak mau difoto,
kebanyakan rajin selfi.
“Bagaimana kalau bapak saja?, jadi nanti akan terlihat
seperti brand bapak?” lanjut Indah.
“Wow, ide kereen. Oke. Besok pagi siapkan sesi pemotretan,”
jawanb pak Doni.
***
Seusai kerja Indah pulang ke tempat kosnya. Maklum Indah
berasal dari desa, semenjak sekolah SMK dia kost di kota Purworejo mengambil
jurusan multimedia.
Selepas salat Isya Indah langsung tertidur dengan pulas.
“Indah, nanti ke ruang kerjaku ya!” perintah Doni kepada
Indah.
“Siap pak,” jawab Indah.
Saat masuk ruangan Doni menanyakan tentang keluaganya. Dan
keinginan Indah saat sudah berkeluarga nanti. Indah kebingungan maksudnya apa.
Dia hanya menunduk dan malu-malu.
“Begini Indah, kamu bekerja sudah 6 bulan di sini. Aku
memperhatikan kinerjamu dan attitudemu.
Apakah kamu mau menjadi pendamping bapak?” lanjut Doni.
“Emmm... maaf pak saya tidak tahu pak,” sahut Indah.
Tiba-tiba Indah terbangun, melihat jam dinding baru
menunjukkan pukul 02.00.
“Ternyata Cuma mimpi.
Kalau beneran mungkin akan saya jawab iya.” Indah sambil tertawa sendiri.
Lalu dia bergegas mengambil air wudu dan salat tahajud.
#TantanganODOP6#Fiksi
Komentar
Posting Komentar