Resign Reni Part 5
Meskipun kami keluarga sederhana dengan ekonomi pas-pasan tapi selalu menyisihkan rezeki untuk kedua orang tua kami. Dua bulan sekali kami memgirim uang ke orang tua. Selang seling antara orang tua mas Rudi dan orang tuaku.
Namun untuk saat ini, aku enggak tahu apakah masih bisa mengirim. Soalnya aku enggak menerima gaji lagi dan kebutuhan si kecil lumayan banyak. Prioritas utamaku adalah si kecil.
“ Ayah, bunda mau bilang suatu hal,” kataku pada suami
“Ada apa? “ kata mas Rudi sambil mendekat.
“Mas, bulan ini sepertinya kita enggak bisa kirim uang ke ibu di kampung,” lanjutku.
“Emm, iya Bun. Uang kita sedang limit, semoga nanti tetap bisa memyisihkan ya!” sahut mas Rudi.
“Aamiin, semoga mas,” kataku.
Lalu mas Rudi memelukku, seolah mau bilang minta maaf karena belum memberikan nafkah yang cukup. Bagiku pelukannya sedikit menenangkanku.
Malampun datang, awan hitam menggelayut di langit. Petir dan kilat menyambar.
Gerimispun mulai datang membasahi bumi yang rindu akan kiriman dari langit.
Suara adzan dari masjid di samping rumah kontrakanku sangatlah merdu.
Segera ku bergegas mengambil air wudlu untuk tunaikan salat maghrib. Sedangkan mas Rudi bersiap-siap salat berjamaah di masjid.
Seusai salat maghrib kubuka Al Qur'an dan sampailah aku dengan bacaan ayat Al Quran yang menjelaskan bahwa Allah akan menguji hambanya sesuai kesanggupannya. Artinya Allah sudah berjanji setiap ada masalah akan Allah kasih solusi.
Masalahku ke depan adalah ekonomi keluarga. Semoga bisa kulalui dengan baik. Aku akan berdaya dari rumah. Masih saja aku ingin bisa bekerja, walaupun harus bekerja dari rumah. Kalau di rumah setidaknya aku masih bisa menemani langsung perkembangan dede Iffah, bidadari kecilku.
Suara sandal terdengar dari luar. Sreeek!!
Ternyata mas Rudi pulang dari masjid. Langkahnya agak cepat saat masuk rumah.
“Bun, tolong ambilkan minum air hangat,” katanya.
Lalu aku bergegas mengambil segelas air dan segera diminum mas Rudi.
“Mas Rudi kenapa?” tanyaku.
“Enggak apa- apa. Ayah hanya sedikit kecapaian,” sahut suamiku.
Aku segera mengambil minyak penghangat tubuh. Badan mas Rudi serasa air es dingin dan keluar keringat.
#TantanganODOP4
#ODOPbatch6
#Fiksi
#dialog
Namun untuk saat ini, aku enggak tahu apakah masih bisa mengirim. Soalnya aku enggak menerima gaji lagi dan kebutuhan si kecil lumayan banyak. Prioritas utamaku adalah si kecil.
“ Ayah, bunda mau bilang suatu hal,” kataku pada suami
“Ada apa? “ kata mas Rudi sambil mendekat.
“Mas, bulan ini sepertinya kita enggak bisa kirim uang ke ibu di kampung,” lanjutku.
“Emm, iya Bun. Uang kita sedang limit, semoga nanti tetap bisa memyisihkan ya!” sahut mas Rudi.
“Aamiin, semoga mas,” kataku.
Lalu mas Rudi memelukku, seolah mau bilang minta maaf karena belum memberikan nafkah yang cukup. Bagiku pelukannya sedikit menenangkanku.
Malampun datang, awan hitam menggelayut di langit. Petir dan kilat menyambar.
Gerimispun mulai datang membasahi bumi yang rindu akan kiriman dari langit.
Suara adzan dari masjid di samping rumah kontrakanku sangatlah merdu.
Segera ku bergegas mengambil air wudlu untuk tunaikan salat maghrib. Sedangkan mas Rudi bersiap-siap salat berjamaah di masjid.
Seusai salat maghrib kubuka Al Qur'an dan sampailah aku dengan bacaan ayat Al Quran yang menjelaskan bahwa Allah akan menguji hambanya sesuai kesanggupannya. Artinya Allah sudah berjanji setiap ada masalah akan Allah kasih solusi.
Masalahku ke depan adalah ekonomi keluarga. Semoga bisa kulalui dengan baik. Aku akan berdaya dari rumah. Masih saja aku ingin bisa bekerja, walaupun harus bekerja dari rumah. Kalau di rumah setidaknya aku masih bisa menemani langsung perkembangan dede Iffah, bidadari kecilku.
Suara sandal terdengar dari luar. Sreeek!!
Ternyata mas Rudi pulang dari masjid. Langkahnya agak cepat saat masuk rumah.
“Bun, tolong ambilkan minum air hangat,” katanya.
Lalu aku bergegas mengambil segelas air dan segera diminum mas Rudi.
“Mas Rudi kenapa?” tanyaku.
“Enggak apa- apa. Ayah hanya sedikit kecapaian,” sahut suamiku.
Aku segera mengambil minyak penghangat tubuh. Badan mas Rudi serasa air es dingin dan keluar keringat.
#TantanganODOP4
#ODOPbatch6
#Fiksi
#dialog
Komentar
Posting Komentar