Sabar Itu Harus

Hari ini memang libur, tapi malah hari yang paling sibuk buat keluargaku. Apalagi baru merenovasi rumah. Kebetulan rumahku berlantai 2 tapi yang atas belum ada kamar. Target kami adalah membuat kamar di lantai 2, memperbaiki tangga, membuat teras, pagar dan membongkar satu ruangan kecil di dekat ruang tamu.

Membangun rumah memang cukup melelahkan. Namun ini demi kenyamanan anak-anak kami. Karena kami tetap tinggal di rumah sekarang, sedikit terganggu juga dengan adanya aktivitas renovasi. Terutama dengan banyaknya debu di rumah. Hal itu membuat kesehatan pernafasan kami sekeluarga kurang baik. Batuk dan pilek tidak sembuh – sembuh apalagi anak sulung kami. Dia suka mainan pasir dan semen. Selain udara kotor juga faktor cuaca yang tidak menentu.

Ketahanan tubuh alias stamina kami kurang bagus sehingga mudah terserang penyakit. Memang kami kurang mengkonsumsi buah dan sayur. Apalagi si sulung ausah banget kalau diminta makan sayur. Kecuali sayur tahu buatan ibunya. Baginya masakan ibunya adalah yang paling enak. Mungkin lidahnya sudah biasa dari bayi dengan masakan sang ibu.

Ada hal luar biasa yang kami alami hari ini. Sedikit musibah menimpa kami. Saat mau berbelanja beli ayam potong buat masak sayur sop. Tetiba anak sulungku pergi ke toko mainan di sebelah penjual daging ayam potong. Adiknya pun ikut. Tapi ayahnya tidak berkenan dan tak mau menunggu kami dengan sabar. Lalu meminta kami untuk segera pulang saja.

Lalu kami nurut. Si kecil saya naikkin motor, si sulung naik di depan..
Eh ternyata, aduh ayahnya tidak menetralkan malah masuk gigi satu karena berharap segera jalan. Ketika naik si sulung sambil megang gas. Ya Allah seketika motor lari kenceng banget.
Aku ingin nahan tidak bisa. Alhasil tangan dan kakiku terasa sakit karena aku terjatuh. Sedangkan kedua buah hatiku selamat. Alhamdulillah.

Sedangkan ayahnya jempolnya sakit.

Jadi orang tua memang harus bersabar. Selayaknyalah sang ayah menunggu kami dan turun menjemput kami.
Ya Allah berilah kesabaran kepada suamiku agar kami selamat dunia dan akherat. Amiin
#ODOPbatch6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAKDIRKU, ISTRI SIRI - PART 11

Mengapa Saya Harus Menulis?

Gantungan Cinta