TAKDIR, ISTRI SIRI - PART 9

“Gini nduk, bapak berniat menjodohkanmu dengan anak teman bapak”, bapak sedikit batuk.
Bagaikan tersambar petir, kudengar kata bapak.
“Dijodohkan pak?”, kataku,”saya tidak mau pak.. takut”.
“Kenapa takut?, dulu bapak juga dijodohkan nduk dengan simbokmu”, lanjut bapak.
Aku tidak habis pikir, bagaimana rasanya dijodohkan. Ada rasa takut menggelayut. Takut akan laki-laki yang tidak kukenal sebelumnya. Terbersit juga dalam pikiran, harus membuang rasa yang telah tumbuh dalam hatiku. Rasa yang menahan kerinduan.
“Bapak harap kamu menerima perjodohan ini nduk. Jujur bapak berharap kamu ada yang mengurusi, biar bapak lega”
“Besok lusa aku akan bertemu teman bapak di rumah Simbahmu membicarakan hal imi”, kata bapak selanjutnya.
Aku hanya mengangguk dan berlalu menuju tempat tidur. Malam rasanya begitu lambat, tapi aku tidak bisa tidur.
Esok harinya aku kembali bekerja sebagai pembantu rumah tangga di majikanku.
“Pak, saya berangkat dulu”, pamitku pada bapak yang baru minum teh di beranda rumahku.
“Iya, sing ngati-ati nyambut gawe”, pesan bapak.
Lalu kujawab pesan bapak sambil cium tangan dan berlalu,”Nggih pak”.
***
Selesai bekerja aku mampir ke rumah Nani sahabatku. Dia sedang menyiram tanaman bunga kesayangannya.
“Hei Ugik, tumben ke sini. Biasanya hari minggu baru main”, kata Nani.
Aku mengangguk.
“Aku mau cerita Nan,” kataku.
“Haduh, sajak serius banget iki, hehehe,”sahut Nani sambil terkekeh-kekeh melihat raut mukaku yang tergulung.
Lalu aku ceritakan rencana bapakku menjodohkan aku dengan anak temannya.
“Enak lho, tinggal nikah aja tidak usah menunggu jodoh lagi”, katanya santai.
“Lha aku, orang tuaku mengharuskanku menikah dengan tentara. Po ra aneh kuwi. Terus aku kudu nyambangi asrama tentara apa gimana coba”, katanya sambil tertawa.
Akupun ikut tertawa mendengarnya. Memang Nani orangnya santai tidak sepertiku yang mudah kepikiran dan menganggap serius segala sesuatu.
Bapak Nani terobsesi punya menantu tentara sejak kedatangan ABRI Masuk Desa (AMD) di desaku tahun lalu.
Aku jadi teringat mas Gunadi tentara yang pernah main ke rumah Nani. Saat itu mas Gunadi bertugas dalam AMD yang kebetulan sedang membangun masjid di desaku. Mereka sempat berpacaran.

#bayarutang
#ODOPbatch6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAKDIRKU, ISTRI SIRI - PART 11

Mengapa Saya Harus Menulis?

Gantungan Cinta