Gantungan Cinta Part 2
Malam my Diary. Masihkah engkau mau menemani ceritaku sehari-hari.
Kamu ingat enggak Di dengan kang rendi. Saya ingat Di, dia sosok hebat di mataku. Pekerja keras dan pembelajar sejati.
Dia jauh datang dari luar Jawa demi menuntut ilmu di kota ini.
Hebat ya Di. Sekarang juga sudah S2 tapi di kota lain, tidak di sini lagi.
Jujur, aku gelisah sekali tidak mendengar kabarnya sekarang. Tapi semoga baik-baik saja ya Di.
Terakhir kali bertemu di SunMor UGM Di. Kami waktu itu bertemu janjian jalan pagi lalu menikmati bubur ayam di lembah UGM.
Yah, aku memang kuliah di universitas di sampingnya saja. Sedangkan kang Rendi di UGM.
Walau beda universitas tapi kami bisa saling bertemu terutama di akhir pekan. Selain untuk refreshing kami terkadang juga mengobrol hobi kami.
Kang Rendi pendengar yang baik, sedangkan aku kerjaannya nerocos saja. Aku memang hobi ngomong kalau sudah sama kang Rendi. Tapi kalau dengan orang lain tetiba jadi pendiam.
Entahlah..
Mungkin aku merasa nyaman ya Di.
Kalau ngomongin pertama kali bertemu. Kami ketemu saat mengerjakan tugas di sebuah rental komputer, di dekat masjid, dari lembah UGM ke timur dikit.
Saat itu aku baru mengerjakan tugas makalahku. Sedangkan kang Rendi mengerjakan tugas kuliahnya juga.
Karena sering bertemu akhirnya kami saling kenal.
Oh ya Di, rental komputer itu milik adik kelasku lho. Kebetulan dia menikah sebelum lulus kuliah. Isterinya adalah teman sekelasnya, alias adik kelasku juga.
Hebat ya Di, udah sukses sebelum lulus kuliah.
***
Witing tresno mergo soko kulino itu benar ya ternyata Di.
Saat itu, tetiba handphone yang kutaruh di meja komputer jatuh. Ke senggol tangan kang Rendi.
" Maaf dik, tidak sengaja," katanya.
Aku hanya mengangguk dan tersenyum.
Di Handphoneku tertera no hpku dan namaku, takut hilang. Siapa tahu kalau hilang orang baik ya menemukannya.
[Assalamu'alaikum], ada WA masuk.
Lalu setelah basa basi ternyata dia mahasiswa yang menjatuhkan hpku tadi sore.
#Utang 2 Oktober
#Fiksi
Kamu ingat enggak Di dengan kang rendi. Saya ingat Di, dia sosok hebat di mataku. Pekerja keras dan pembelajar sejati.
Dia jauh datang dari luar Jawa demi menuntut ilmu di kota ini.
Hebat ya Di. Sekarang juga sudah S2 tapi di kota lain, tidak di sini lagi.
Jujur, aku gelisah sekali tidak mendengar kabarnya sekarang. Tapi semoga baik-baik saja ya Di.
Terakhir kali bertemu di SunMor UGM Di. Kami waktu itu bertemu janjian jalan pagi lalu menikmati bubur ayam di lembah UGM.
Yah, aku memang kuliah di universitas di sampingnya saja. Sedangkan kang Rendi di UGM.
Walau beda universitas tapi kami bisa saling bertemu terutama di akhir pekan. Selain untuk refreshing kami terkadang juga mengobrol hobi kami.
Kang Rendi pendengar yang baik, sedangkan aku kerjaannya nerocos saja. Aku memang hobi ngomong kalau sudah sama kang Rendi. Tapi kalau dengan orang lain tetiba jadi pendiam.
Entahlah..
Mungkin aku merasa nyaman ya Di.
Kalau ngomongin pertama kali bertemu. Kami ketemu saat mengerjakan tugas di sebuah rental komputer, di dekat masjid, dari lembah UGM ke timur dikit.
Saat itu aku baru mengerjakan tugas makalahku. Sedangkan kang Rendi mengerjakan tugas kuliahnya juga.
Karena sering bertemu akhirnya kami saling kenal.
Oh ya Di, rental komputer itu milik adik kelasku lho. Kebetulan dia menikah sebelum lulus kuliah. Isterinya adalah teman sekelasnya, alias adik kelasku juga.
Hebat ya Di, udah sukses sebelum lulus kuliah.
***
Witing tresno mergo soko kulino itu benar ya ternyata Di.
Saat itu, tetiba handphone yang kutaruh di meja komputer jatuh. Ke senggol tangan kang Rendi.
" Maaf dik, tidak sengaja," katanya.
Aku hanya mengangguk dan tersenyum.
Di Handphoneku tertera no hpku dan namaku, takut hilang. Siapa tahu kalau hilang orang baik ya menemukannya.
[Assalamu'alaikum], ada WA masuk.
Lalu setelah basa basi ternyata dia mahasiswa yang menjatuhkan hpku tadi sore.
#Utang 2 Oktober
#Fiksi
Komentar
Posting Komentar